Jurnal Pengantar Pariwisata. Pengaruh Atraksi Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan ke Destinasi Wisata Wakatobi.
PENGARUH ATRAKSI WISATA TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN KE DESTINASI WISATA WAKATOBI
Wini Anggraeni
Mahasiswa Jurusan Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut
Dadan Ramdani, S.Par., M.M.Par
Dosen Jurusan Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut
email : wini.anggraeni04@gmail.com
Abstrak : Atraksi wisata adalah seni, budaya, warisan, sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yang merupakan daya tarik wisatawan di suatu daerah tujuan wisata. Atraksi wisata berasal dari kata atraksi. Dengan adanya destinasi wisata Wakatobi ini memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi. Supaya jumlah wisatawan terus meningkat, perlu diimbangi dengan pengembangan destinasi yang akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan, lama kunjungan, pengeluaran wisatawan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pengembangan destinasi, sebagai sarana pengembangan atraksi wisata dan fasilitas destinasi serta sebagai bahan pembuatan strategi promosi guna menjaga jumlah kunjungan ke wisata Wakatobi terus meningkat. Jumlah kunjungan ke destinasi wisata wakatobi menurut data pada tahun 2014 sampai tahun 2017 terus meningkat, tetapi pada tahun 2018 mulai menurun hal ini dikarenakan akses yang minim menuju Wakatobi menjadi suatu kendala, dan pemerintah daerah kurang proaktif dalam menggencarkan promosi pariwisata Wakatobi. Atas dasar itu hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu acuan bagi pengelola wisata Wakatobi dalam melakukan kegiatan promosi. Kegiatan promosi digunakan agar lebih banyak wisatawan domestik yang mengetahui dan tertarik dengan keunikan yang dimiliki oleh wisata Wakatobi. Pada akhirnya akan mempengaruhi wisatawan terhadap keputusan berkunjung ke wisata Wakatobi.
Kata kunci : Atraksi Wisata, Kunjungan Wisatawan
Abstract : Tourist attractions are art, culture, heritage, history, tradition, natural wealth, or entertainment, which are tourist attractions in a tourist destination. Tourist attractions come from the word attraction. With the existence of this Wakatobi tourist destination, it contributes positively to the economic growth of Wakatobi Regency. So that the number of tourists continues to increase, it needs to be balanced with the development of destinations that will have an impact on increasing the number of visits, length of visits, tourist expenses. The results of this study can be used as a reference for destination development, as a means of developing tourist attractions and destination facilities and as a material for making promotional strategies to maintain the number of visits to Wakatobi tourism continues to increase. The number of visits to Wakatobi tourist destinations according to data from 2014 to 2017 continues to increase, but in 2018 this has begun to decline because of minimal access to Wakatobi is an obstacle, and local governments are less proactive in intensifying Wakatobi tourism promotion. On that basis the results of this study can be used as a reference for Wakatobi tourism managers in carrying out promotional activities. Promotional activities are used so that more domestic tourists know and are interested in the uniqueness of Wakatobi tourism. In the end it will affect tourists on the decision to visit Wakatobi tourism.
Keyword : Tourist Attraction, Tourist Visits
PENDAHULUAN
Atraksi wisata menurut KBBI adalah seni, budaya, warisan, sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yang merupakan daya tarik wisatawan di daerah tujuan wisata. Atraksi wisata berasal dari kata atraksi. Adapun pengertian lain Atraksi wisata adalah satu hasil karya manusia yang dipersembahan sebagai bagian untuk menarik minat para wisatawan dan memiliki tujuan demi memberikan kesan kesenangan karena masih berisi penghiburan. Ketika ada obyek wisata alam (baik pantai, gunung, ngarai, dan lain-lain) yang memang merupakan karunia Tuhan, maka atraksi wisata merupakan obyek yang lebih cenderung menggali pada kemampuan manusia, yaitu dengan memberdayakan diri pada kreasi dan inovasi budaya setempat. Walau begitu, kenyataannya keberadaan “atraksi wisata” ini tidak bisa dilepaskan dari faktor alam dan juga faktor kebudayaan setempat, dimana keberadaannya dituntut mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan. Jika dilihat dari arti kata, “atraksi” adalah sesuatu yang menarik perhatian atau daya tarik. Atraksi juga memiliki arti pertunjukan atau tontonan. Sedangkan atraksi wisata adalah seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yang merupakan daya tarik wisatawan di daerah tujuan wisata. Begitupun keindahan alam di Indonesia Timur seolah tidak ada habisnya. Banyak atraksi wisata yang terdapat di Wakatobi ini. Salah satu destinasi yang sedang naik daun adalah Wakatobi. Wakatobi telah lama menjadi primadona bagi para penyelam dari seluruh dunia karena keindahan alam bawah lautnya. Tidak kurang dari 942 spesies ikan dan 750 spesies karang tercatat menghuni wilayah perairan Wakatobi.
Begitupun menurut data kunjungan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi dari tahun ke tahun terus bertambah, sehingga hal ini memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi. Supaya jumlah wisatawan terus meningkat, perlu diimbangi dengan pengembangan destinasi yang akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan, lama kunjungan, pengeluaran wisatawan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pengembangan destinasi, sebagai sarana pengembangan atraksi wisata dan fasilitas destinasi serta sebagai bahan pembuatan strategi promosi guna menjaga jumlah kunjungan ke wisata Wakatobi terus meningkat. Beberapa penyebab kunjungan jumlah wisatawan meningkat di Wakatobi diantaranya yaitu karena Promosi yang terus menerus dilakukan, Atraksi Wisata di Wakatobi yang sangat menarik, baik atraksi wisata alam, budaya, dan juga kuliner.
PEMBAHASAN
Wakatobi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang beribu kota di Wangi wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangi-wangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Selain keempat pulau tersebut, terdapat beberapa pulau kecil lain yang berada di wilayah Wakatobi, antara lain Pulau Hoga, Kapota, Anano, dan Rundumana. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia. Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Wakatobi memiliki luas wilayah 823 km2 dan jumlah penduduk 92.995 jiwa (BPS) dengan kepadatan 115.
Menurut data kunjungan jumlah wisatawan yang berkunjung ke wakatobi pada tahun 2014 sebanyak 14.270, tahun 2015 sebanyak 18.027, tahun 2016 sebanyak 22.380 orang, tahun 2017 sebanyak 27.439 orang, dan tahun 2018 menurun menjadi 25.437 orang. Wakatobi juga merupakan salah satu Cagar Alam Dunia untuk biosfer laut oleh UNESCO dan menjadi salah satu Taman Nasional Indonesia yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara, terutama setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Bukan hanya terumbu karang, Wakatobi juga memiliki beragam jenis wisata budaya, maupun wisata alam.
Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak tahun 2015 angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Wakatobi mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2015 jumlah kunjungan wisatawan sekitar 23 ribu orang, tahun 2016 sekitar 25 ribu orang, pada tahun 2017 sekitar 40 ribu orang, lalu pada tahun 2019 berkurang menjadi sekitar 30 ribu orang. Hal ini dikarenakan akses yang minim menuju Wakatobi menjadi suatu kendala, juga menurut Hugua, Ketua PHRI Sulawesi Tenggara (mantan Bupati Wakatobi) menilai pemerintah daerah kurang proaktif dalam menggencarkan promosi pariwisata Wakatobi. Promosi hanya bersifat lokal sehingga tidak memiliki gaung besar. Oleh sebab itu, PHRI berharap Peraturan Presiden untuk Wakatobi sebagai salah satu 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau Bali Baru segera terbit.
Berikut Atraksi Wisata yang terdapat di Wakatobi :
Wisata Alam :
1. Menyelami Nirwana Bawah Laut Tomia dan Onemohute Aktivitas utama saat mengunjungi Wakatobi tidak lain adalah menyelami keindahan bawah lautnya yang spektakuler. yang paling populer adalah Onemohute di Wangi-Wangi dan Roma (Roma’s Reef) di Tomia.
2. Menikmati Ketenangan di Pantai Pulau Hoga Destinasi wisata pantai memang sudah jadi hal yang biasa khususnya di kawasan Indonesia Timur, seperti pantai di Pulau Hoga ini. Pasir putihnya yang lembut dan beningnya air pantai akan membuat kamu lupa waktu.
3. Goa Dengan Kolam Air Tawar Unik, Pemandian Alam Hendaopa Pemandian Alam Hendaopa terletak di Desa Wawotimo, puncak Gunung Tomia. Pemandian ini sangat unik karena berbentuk gua yang masuk ke dalam tanah. Dari luar, tempat ini tampak seperti lubang biasa, namun ternyata di dalamnya terbentuk sebuah kolam air tawar yang jernih dan cantik.
4. Beramah Tamah dengan Suku Bajo (Sea Gypsies) Sambil Berburu Oleholeh di Desa Pajam, Pulau Kaledupa Penduduk lokal Wakatobi sudah terkenal dengan keramahannya. Di bagian pesisir pantai Pulau Kaledupa, kamu bisa menemui perkampungan Bajo Sampela. Suku Bajo atau yang dikenal dengan sea gypsies menurut sejarah merupakan suku pengembara laut tertua yang ada di Wakatobi.
Wisata kuliner :
1. Perangi Perangi ini dibuat dari daging ikan karang mentah yang masih segar. kan tadi dibersihkan hingga tidak ada darahnya. Daging kemudian dicincang atau dipotong dadu kecil-kecil. Nah setelah itu baru ditambahkan garam, dan bumbu juga cairan dengan jeruk nipis.
2. Luluta
Luluta ini adalah sebutan untuk nasi bambu khas Wakatobi, asalnya dari Pulau Binongko. Bahan dasarnya adalah beras yang kemudian dibungkus dengan daun pisang. Untuk memasaknya, beras yang dibungkus dengan daun pisang tadi dimasukkan ke dalam bambu. Baru kemudian bambu tersebut dibakar bagian ujung bawahnya.
3. Kasuami Kasuami ini bisa dibilang adalah makanan pengganti nasi bagi masyarakat Wakatobi. Karena memang menanam padi di Wakatobi jauh lebih sulit daripada menanam Singkong.
4. Kaposu nosu Kaposu Nosu adalah bubur khas Wakatobi yang terbuat dari Jagung. Selain terkenal di Wakatobi, Kaposu Nosu ini juga sering ditemukan di wilayah Buton. Karena memang bahan utama Kaposu Nosu ini mudah ditemukan baik di Wakatobi atau di Buton.
5. Sanggara banda Sanggara Banda ini yang jelas adalah salah satu kuliner Wakatobi yang rasanya manis. Bahan dasarnya adalah terbuat dari singkong, dan didalamnya terdapat pisang rebus.
1. Wisata budaya di pulau Wangi-wangi :
1. Benteng tindoi Benteng Tindoi merupakan salah satu objek wisata budayaberada di Kecamatan Wangi-Wangi, berjarak ± 5 Km, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat selama ±15 menit dari pusat kota.Letak benteng di atas Gunung Tindoi. Bahan pembuatan benteng Tindoi terbuat dari batu-batu karang.
2. Benteng mandati tonga Benteng Mandati Tonga terletak di Desa Mandati Kecamatan WangiWangi Selatan. Benteng tersebut berbentuk persegi panjang dengan luas ± 1 hektar. Pagar tertinggi benteng sekitar 7 meter terletak di bagian barat dan selatan. Pada pagar benteng terdapat lubang bekas penyimpan meriam.
3. Mercusuar Mercusuar ini dibangun 1901 pada masa penjajahan Belanda. Lokasi objek wisata ini ada di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi, dengan jarak ± 8 Km atau dari Ibukota Kabupaten dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua ± 15 menit.
2. Wisata budaya di pulau Kaledupa :
1.Tari Tradisional Kaledupa (Tari Lariangi) Tari Lariangi merupakan tari tradisional Kecamatan Kaledupa yang lahir pada tahun 1634 dikala Raja Buton yang pertama berkuasa yaitu WA KAKA. Tarian ini merupakan tari persembahan dari Kaledupa untuk dimainkan di Istana Raja dalam wujud gerakan dan nyanyian dengan fungsi utamanya adalah se bagai penerangan.
2. Tari hebalia Tari Hebalia merupakan tari tradisional Kecamatan Kaledupa, diciptakan oleh para dukun pada zaman dahulu, tujuannya adalah untuk mengusir roh-roh jahat yang membawa sial pada satu keluaga atau kampung. 3.Tari honari Tari Honari merupakan tari tradisional kecamatan Kaledupa Selatan. Tari Honari merupakan jenis tarian pergaulan yang ditarikan oleh empat orang gadis dan empat orang pemuda yang membawa selendang sambil menyanyikan lagu boorina (alaaku). Tari ini ditarikan sebagai ungkapan kegembiraan gadis-gadis setelah selesai di sombo (dipingit).
KESIMPULAN
Atraksi wisata adalah seni, budaya, warisan, sejarah, tradisi, kekayaan alam, atau hiburan, yang merupakan daya tarik wisatawan di suatu daerah tujuan wisata. Dari hasil penelitian yang dilakukan Jumlah kunjungan ke destinasi wisata wakatobi menurut data pada tahun 2016 sampai tahun 2017 terus meningkat, tetapi pada tahun 2018 mulai menurun hal ini dikarenakan akses yang minim menuju Wakatobi menjadi suatu kendala, dan pemerintah daerah kurang proaktif dalam menggencarkan promosi pariwisata Wakatobi. Sedangkan atraksi wisata yang terdapat di Wakatobi terus berkembang pesat. Seperti atraksi wisata alam, wisata kuliner, dan juga wisata budaya.
DAFTAR PUSTAKA
https://lektur.id/arti-atraksi-wisata/ https://www.google.com/amp/s/www.tri pzilla.id/wisata-wakatobi/9058/amp http://ensiklo.com/2014/10/02/atraksiwisata-dan-obyek-wisata-adalah-duadaya-tarik-para-traveler/
https://metro.mediakendari.com/tahun2019-kemenpar-target-20-jutawisatawan-berkurang-diindonesia/36820/ https://www.google.com/amp/s/amp.ko mpas.com/travel/read/2011/12/27/2137 0945/Jumlah.Wisatawan.ke.Wakatobi. Meningkat.Tajam https://www.google.com/amp/amp.kont an.co.id/news/wakatobi-menantisentuhan .
Komentar
Posting Komentar